jejak bersekolah: Selamat Jalan Kiemas

Selamat Jalan Kiemas


Berita Terkini. 4 Pilar Kebangsaan, Buah Pikiran Taufiq Kiemas

Ketika membuka akun facebook, saya terkejut, seorang teman menampilkan tautan berita duka, “Taufiq Kiemas Wafat, JK: Kita Kehilangan Tokoh Bangsa”. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, hati saya bergumam. Bagaimana tidak terkejut, saya sebagai guru kelas enam, ketika mengajar pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn), utamanya tentang nasionalisme, yang harus murid-murid saya tahu yaitu, empat pilar kebangsaan.

Apa hubungannya? Empat pilar kebangsaan adalah buah pikiran dari Taufik Kiemas dan ini pun akan menjadi salah satu pokok utama dalam kurikulum 2013.

Empat pilar kebangsaan merupakan empat nilai atau empat ajaran yang pada mulanya disosialisasikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sejak tahun 2009. Hal ini dilandasi atas keprihatinan semakin lunturnya kepribadian dan jati diri bangsa. Bangsa Indonesia seolah-olah menjadi bangsa yang lupa terhadap nilai-nilai yang dulu diperjuangkan para pendiri bangsa. Gejolak sosial terjadi di banyak daerah. Kekerasan, pemaksaan kehendak, dan anarkisme menjadi headline berita media. Kasus korupsi semakin mewabah dan seolah menjadi budaya.

Demikian penjelasan Idris Apandi, M.Pd, dalam tulisan berjudul Kurikulum PPKN. Ini menjadi penting karena empat pilar kebangsaan merupakan kristalisasi kepribadian bangsa dari nilai-nilai pancasila. Ajaran yang dinilai paling tepat untuk kondisi bangsa Indonesia yang majemuk. Kedudukan Pancasila adalah sebagai ideologi bangsa, falsafah bangsa, dan dasar negara Republik Indonesia. Nilai-nilai Pancasila harus dipelajari, dipahami, dan dilestarikan oleh seluruh bangsa Indonesia. Pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. Masing-masing sila tidak dapat dipahami dan diberi arti secara terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya dan menggambarkan adanya paham persatuan.

Demikianlah ingatan-ingatan saya ketika mengajar di kelas. Dan sukurnya ada yang membangkitkan ingatan tentang nilai-nilai perjuangan, semangat kebangsaan itu, dan yang mengingatkannya adalah BeritaTerkini Liputan6.com.

Setiap hari, selepas sholat subuh, saya membiasakan diri membuka portal Berita Terkini Liputan6.com, itu tuntutan profesionalitas sebagai guru. Karena pelajaran yang saya ajarkan tiap pagi di kelas, sebisa mungkin, dengan proses pembelajaran Contextual Teaching Learning atau disingkat CTL. Yaitu konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata murid. Menurut Jonhson dalam Sugiyanto (2007) CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan untuk menolong para murid melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka. 

Ini penting. Murid-murid saya harus tahu perkembangan dunia dan negaranya. Apalagi tempat saya mengajar di sekolah yang jauh dari perkotaan, daerah dengan jangkauan koneksi informasi yang sulit, di desa terpinggir di kabupaten Lombok Timur, Bebidas nama desanya.

Sampai hari ini, murid-murid saya banyak mendapat manfaat dari berita terkini yang saya sampaikan. Karena pesawat televisi menjadi barang mahal di sana, jadi wajar murid-murid kelas enam tidak tahu perkembangan yang terjadi di sekitar mereka. Berita terkini sampai hari ini masih menjadi solusi cerdas untuk melegakan dahaga informasi saya dan murid-murid.

Walau demikian, bila melihat isi portal Berita Terkini Liputan6.com, yang kurang adalah ruang komentar yang sudah masuk, melalui komentar langsung di bawah berita atau balasan dari sosial media twitter maupun facebook. Tentu ini menjadi hal yang penting, mengingat era teknologi sekarang ada web 2.0, di mana adanya interaksi secara online. Sehingga pengguna web dapat saling berinteraksi satu sama lain, sehingga web kaya dengan konten-konten yang dibuat oleh Liputan6.com.

tombol pilihan akun sosmed untuk memberi komentar



Hingga detik ini, ketika ingin memberi komentar menggunakan akun twitter, karena di bawah berita terdapat pilihan “connect to twitter”, namun saat autorisasi dan kembali ke halaman berita, ternyata akun twitter saya tidak tampil sebagai akun yang akan memberi komentar, malah harus mengisi isian manual untuk menulis komentar, dan tentu ini akan menyulitkan, bila di saat yang sama saya ingin memberi komentar di berita lain, artinya harus menulis data secara manual kembali. Tentu ini tidak akan terjadi bila akun twitter saya secara benar di-outorisasi sebagai pembaca yang akan menulis komentar. Sukurnya hal demikian tidak terjadi bila kita me-klik “connect to facebook”, akun facebook-lah yang terbaca sebagai akun yang akan menulis komentar.


Side Bar Kanan tanpa Komentar Terbanyak


Interaksi online yang sepi, pasti bukan karena tidak adanya yang memberi komentar, tapi komentar-komentar yang masuk tidak tampil di bawah Berita Terkini. Itu sebabnya, di bagian side bar yang terlihat hanya tab Berita Terkini dan Terpopuler saja, tanpa tab Komentar Terbanyak. Bila Melihat tab Berita Terkini, tentu isinya berita yang baru dimuat oleh tim liputan6.com, tab Terpopuler untuk berita yang paling banyak dibaca,  namun kita tidak menemukan interaksi online di dalamnya dengan memperlihatkan Komentar Terbanyak. Bila ini ditambah dalam tab, tentu pembaca akan segera tahu, Berita Terkini mana yang paling menarik untuk dikomentari.

Dengan memerhatikan hal tersebut, tentu Berita Terkini Liputan6.com akan semakin "Aktual, Tajam, dan Terpercaya."

53 komentar:

  1. Salam sukses. Dan turut berduka atas meninggalnya Bpk Taufik Kemas.

    BalasHapus
  2. Pendidikan di Indonesia kalau tidak bisa dibilang 90 persen ya 80 persen hanya mementingkan kecerdasan otak, tetapi hatinya kurang diperhatikan. Padahal hati adalah 'raja'. Jika raja baik maka semua rakyat baik dan sebaliknya bila raja jelek maka semua rakyat menjadi jelek. Jadi hati itu raja dan seluruh anggota badan ini rakyat. Kalau hati baik maka dimana saja, kapan saja, dalam keadaan apa saja, seluruh gerak aktifitas hidupnya pasti baik. Tetapi kalau hati ini jelek seluruh anggota badan, seluruh pikiran, perasaan, jelek. Ilmu yang dimiliki jelek, dijadikan alat untuk kejelekannya.

    Apa kurang cerdas bangsa Indonesia ini ? Ada yang jadi bupati, gubernur, menteri, tetapi mengapa keadaan negara 'terpuruk' ? padahal semua itu orang-orang cerdas, bahkan sekarang pengadaan mushaf Al Quran juga turut dikorupsi. Itu terjadi karena hatinya jelek. Kalau hati jelek, apa saja yang dikuasai dijadikan alat untuk mencapai tujuan yang jelek itu. Semua ini karena sistem pendidikan yang ada tidak menggarap hati dan hanya mencerdaskan saja. Sekarang ini kecerdasan telah menjadi kebanggaan tersendiri. Coba perhatikan pujian sebagian orang tua, begitu bangga karena melihat anaknya cerdas di bidang ini dan itu. Lalu apakah ada orang tua yang bangga karena akhlaq anaknya (yang) mulia.

    Salam cemerlang buat Admin Blog 'Jejak Bersekolah'. Sukses selalu.

    BalasHapus
  3. walau belum ada hasil penelitian moral demikian, pak herdoni, tapi bisa demikian kesimpulan sementara kebanyakan orang. seperti kata kanjeng nabi besar, muhammad shalallahu 'alaihi wassalam, ada segumpal daging di dalam tubuh manusia, bila daging tsb baek, maka baeklah badan, pikiran dan perbuatannya, daging tsb hati.

    BalasHapus
  4. salut Mas, sebagai pendidik membekali diri dengan info yang aktual. semoga ini bisa diturunkan ke anak-anak didik. biar mereka pintar, tidak hanya secara teori, tapi secara riil.

    BalasHapus
  5. Semoga arwah bapak Taufik Kiemas mendapat tempat mulia disisi Allah.Amin

    BalasHapus
  6. empat pilar yang seharusnya di bangun oleh guru di kelas dalam upaya memberdayakan potensi dan karakter peserta didik yang indonesia dalam kebhinnekaan sehingga mencintai NKRI sepenuh hati melalui ideologi sejati Panca Sila dan UUD 1945, mari kita wujudkan bersama

    BalasHapus
  7. saya tidak kenal pak taufiq, tapi sebagai sesama muslim saya turut mendoakan; allahumaghfirlahu...


    *tapi ini tentang taufiq atau liputan6

    BalasHapus
  8. sebagai guru memang pelu mendapat info terkini dari bidang yang ditekuninya

    BalasHapus
  9. Blog yang keren, Mari kita bangun generasi penerus yang lebih baik yang mampu menjaga dan menjunjung tinggi pilar bangsa demi kejayaan Indonesia raya

    BalasHapus
  10. asmie suka dengan dunia pendidikan, what a great blog you have here pak... terima kasih sdh menjadi a great person yang selalu konsen dengan pendidikan anak-anak Indonesia, sekali lagi terima kasih ya Pak...
    semoga berkah Tuhan selalu bersama anda, amiin.

    BalasHapus
  11. Tulisan dengan analisa yang bagus.

    BalasHapus
  12. semoga arwah beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Nya

    BalasHapus
  13. Wah kreatif banget, mengaitkan berita meninggalnya pak taufik kiemas dengan kecanggihan update berita di liputan 6. Semoga Pak Taufik diterima di sisi-Nya. Semoga Anda menang di kontes review liputan6.com. Salam sukses!

    BalasHapus
  14. Kunjungan balik pak. Sebagai seorang pendidik tentu harus tetap update berita aktual, terlebih lagi berita tentang dunia pendidikan. Salam kenal :)

    BalasHapus
  15. Sebelumnya saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Alm.Pak Taufik Kiemas...
    Semoga kita bisa meneruskan perjuangannya untuk memajukan bangsa dari keterpurukan yang tak berkesudahan ini...
    Salam Pendidikan...

    BalasHapus
  16. RIP pak kemas, beliau menyukai wayang, sama denganku :)

    BalasHapus
  17. Pak Kiemas memang orang baik. terekspos begitu nyata setelah wafatnya.

    BalasHapus
  18. luputan6 ya, belum pernah sih main ke portal itu, tapi coba lihat2 dulu mas, kayaknya berdasarkan review cukup menarik

    BalasHapus
  19. Turut berduka cita untuk Pak Taufik Kiemas. Untuk pak Guru, saya respect dan salut karena pak Guru melakukan pembelajaran dengan mengaitkan materi dengan dunia nyata (secara aktual), sehingga daya serap siswa terhadap materi pelajaran meningkat. Semangat pak ...

    BalasHapus
  20. Tulisan ini ternyata diikutkan kontes toh..
    Saya biasanya habis subuh malah tidur lagi..:)
    Pantesan murid-mudrid disekolah gag begitu faham apa yang saya sampaikan.. :(

    BalasHapus
  21. di saat orangnya 'tiada', 4 pilar baru dikritisi :'(

    BalasHapus
  22. turut berduka cita.... sip dan mantap postingannya

    BalasHapus
  23. Semoga amal dan ibadah beliau diterima disisi-Nya

    BalasHapus
  24. @ Arga Litha : sebenernya ini bukan tulisan kritikan, malah semacam dukungan, bahwa 4 pilar kebangsaan itu perlu untuk membangun moral dan semangat anak bangsa.

    BalasHapus
  25. terima kasih atas dukungannya. semoga tiap amal baek kita diterima oleh Tuhan dan setiap kita memiliki pemikiran2 baru untuk menjadikan negara ini menjadi lebih baek

    BalasHapus
  26. akan ada putra bangsa yang akan menggantikan beliau ^_^
    selamat jalan pak ...

    BalasHapus
  27. saya memang kurang kenal dengan sosok pak taufik kiemas ini tapi beliau orang hebat dengan mengenlakan 4 pilar kebangsaan

    semoga amal dan ibadah di terima di sisi Allah SWT

    amiin

    BalasHapus
  28. Aku tidak begitu paham dengan dunia politik, tapi kalau ada berita politik yang menyangkut nama Bapak Alm. Taufik Kiemas ini dulu sering ngikutin... entah kenapa menurutku beliau orang yang baik, pintar, low profile, sholeh... meskipun tidak tahu dan tidak mengenal beliau secara langsung.... semoga mndapat tempat terbaik di sisi-Nya...

    BalasHapus
  29. Untuk Pak Kiemas, saya pun turut kehilangan akan sosok beliau. Semoga apa apa yang diajarkannya dan dititipkan sebagai cita-cita pendidik, bisa memberikan panutan yang baik untuk kita selalu kenang.... semoga kepergiannya akan memberikan pencerahan sedikitnya bagi mereka yang meneladani beliau. ^^

    BalasHapus
  30. semoga aja kurikulum dengan gagasan beliau bisa dijalankan dan lebih komplit ya :D
    media internet sekarang ini emang dahsyat dan benar2 update ya sob, kita bisa tau info dengan begitu cepat

    BalasHapus
  31. turut berduka cita and buat pak guru semoga makin semangat dalam mencerdaskan bangsa

    BalasHapus
  32. innalillahi wainnailaihi rojiuun, moga diampuni segala dosa semasa hidup Pak Taufik dan ditempatkan disisi terbaik Allah..amiin

    btw kekurangan portal berita spt diatas bisa dimaklumi mas, mgkn karena masih belum byk yg memanfaatkannya :)

    sukses buat tugas mulianya :D

    BalasHapus
  33. 4 pilar dan liputan 6, ulasan yg menarik...Tp PPKN itu apa beda banget dengan PMP ya?

    beberapa kali sempat ndenger siswa SD yg curhat jika PPKN itu pelajaran yg susah

    BalasHapus
  34. terima kasih. @Ririe Khayan : perubahan kurikulum biasanya diikuti ama perubahan beberapa pelajaran. tentang susah gak-nya, ya tergantung belajar apa gak, kalo punya dasar dan menguasai konsep, pelajaran apapun biasa akan mudah mengajarnya.

    BalasHapus
  35. sebelumnya saya juga turut berduka atas meninggalnya salah satu tokoh bangsa kita. Ternyata mas Rusydi seorang guru. Saya baru ini masuk ke blog Mas Rusydi. Sebelumnya mas juga sempat komentar di blog saya dan menanyakan tentang template yang sama pakai. Komentar tsb sudah saya balas tetapi tidak ada balasan dari mas. Mungkin blm disubcribe email ya :)

    Salam kenal dn salam blogger! ^^

    BalasHapus
  36. Tulisannya bagus... ini utk lomba blog liputan 6 ya?
    Goodluck ya.

    BalasHapus
  37. Taufiek Kiemas adalah salah satu putra kebanggaan bangsa kita... dan kita kehilangan keteladanannya

    BalasHapus
  38. kehilangan tokoh terbaik indonesia memang sedih ya sob.

    BalasHapus
  39. aku sih kalo baca berita baca saja, kalo komentar suka ribet. aku suka buka okezone

    BalasHapus
  40. baru pertama kali ke sini. lay outnya bagus... :)

    BalasHapus
  41. turut berduka cita,,,,

    bgus bnget blognya pak guru,,,
    kunjungan perdana

    BalasHapus
  42. terima kasih. blog untuk belajar aja neh maya

    BalasHapus
  43. bagus gan infonya :)
    salam kenal dari kami outbond di malang :)
    jangan lupa kunjungi kami di website kami : http://www.nolimitadventure.com/

    BalasHapus
  44. Kunjungan balik :)
    Postingannya keren dan berita terkini liputan6.com memang memberikan informasi yang sangat berguna bagi kita.

    BalasHapus
  45. menarik apa yang diangkat. semoga selalu menginspirasi melalui tulisan :)

    BalasHapus
  46. terima kasih semua. ini sebagai perbandingan saja. semoga mencerahkan

    BalasHapus
  47. kunjungan balik,,
    empat pilar kebangsaan wajib diamalkan,, sharing yang bagus untuk anak2 sekarang,..
    nice posting :)

    BalasHapus
  48. pilar kebangsaan. hmmm... PPKn banget ya pak guru

    BalasHapus

silahkan kritisi tulisan guru SD yang ingin selalu belajar ini, pilih name/url di bagian

Copyright © jejak bersekolah Urang-kurai